free page hit counter

Konservasi Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal: Menelusuri Tradisi Adat Sasi di Pulau Lemon


Oleh : Lam Ganda Sari Sitinjak

Dok. Lam Ganda

Sasi adalah sebuah tradisi adat yang masih dipegang kuat oleh masyarakat di beberapa pulau di Maluku. Salah satu pulau yang masih menjaga tradisi sasi ini adalah Pulau Lemon.

Sasi sendiri adalah sebuah aturan adat yang berfungsi sebagai pembatasan atas pengambilan dan penggunaan sumber daya alam di suatu daerah. Tujuan dari sasi adalah untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta keberlangsungan hidup masyarakat di sekitar daerah tersebut.

Di Pulau Lemon, sasi diterapkan untuk menjaga kelestarian laut dan tumbuhan di sekitar pulau. Ada beberapa jenis sasi yang diterapkan di pulau ini, seperti sasi laut, sasi darat, dan sasi kayu. Sasi laut, misalnya, digunakan untuk membatasi penangkapan ikan di perairan sekitar pulau, sementara sasi darat digunakan untuk menjaga kelestarian tanaman dan hewan di daratan.

Meskipun sasi adalah sebuah tradisi adat yang sudah ada sejak lama, namun keberadaannya masih sangat relevan di era modern ini. Dalam era globalisasi dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, sasi mampu membantu masyarakat untuk menjaga lingkungan dan sumber daya alam yang ada di sekitar mereka.

Sasi juga berperan penting dalam menjaga hubungan antara masyarakat dengan alam, serta menjaga identitas dan kebudayaan masyarakat lokal. Di Pulau Lemon, sasi menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat, dan dijaga dengan sangat serius untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Dengan adanya sasi di Pulau Lemon, diharapkan lingkungan dan sumber daya alam yang ada di sekitar pulau dapat terjaga dengan baik, serta masyarakat dapat hidup secara berkelanjutan dan seimbang dengan alam. “Keindahan alam Pulau Lemon tak lepas dari kearifan lokal masyarakatnya. Melalui tradisi adat sasi, mereka menjaga keberlangsungan hidup dan kelestarian lingkungan, memperkuat hubungan harmonis antara manusia dan alam. Teruslah merawat kekayaan alam kita dengan bijak, seperti yang dilakukan oleh masyarakat Pulau Lemon.

Editor : Eli Awom


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *